Kamis, 08 Maret 2012

ADAT ISTIADAT BETAWI

PERNIKAHAN ADAT ISTIADAT BETAWI

Tahapan dalam Rangkaian Upacara Pernikahan Adat Betawi

1. Ngedelengin

Untuk sampai ke jenjang pernikahan, sepasang muda-mudi betawi (sekarang) biasanya melalui tingkat pacaran yang disebut berukan. Masa ini dapat diketahui oleh orangtua kedua belah pihak, tetapi tidak asing kalau orangtua kedua belah pihak tidak mengetahui anaknya sedang pacaran.

Sistem pernikahan pada masyarakat Betawi pada dasarnya mengikuti hukum Islam, kepada siapa mereka boleh atau dilarang mengadakan hubungan perkawinan. Dalam mencari jodoh, baik pemuda maupun pemudi betawi bebas memilih teman hidup mereka sendiri. Karena kesempatan untuk bertemu dengan calon kawan hidup itu tidak terbatas dalam desanya, maka banyak perkawinan pemuda pemudi desa Betawi. Baca selengkapnya....

KEMERIAHAN ADAT BETAWI

Masyarakat Betawi memiliki sejarah panjang sebagaimana terbentuknya kota Jakarta sebagai tempat domisili asalnya. Sebagai sebuah kota dagang yang ramai, Sunda Kelapa (nama Jakarta tempo dulu) disinggahi oleh berbagai suku bangsa. Penggalan budaya Arab, India, Cina, Sunda, Jawa, Eropa, dan Melayu seakan berbaur menjadi bagian dari karakteristik kebudayaan Betawi masa kini. Tradisi budaya Betawi laksana campursari dari beragam budaya dan elemen etnik masa silam yang secara utuh menjadi budaya Betawi kini. Kemeriahan budaya Betawi juga terwakili melalui tata cara pernikahan Betawi.

Pada tata cara pernikahan Betawi, ada banyak serangkaian prosesi. Berikut kami paparkan rangkaian upacara pernikahan gaya Betawi yang masih dilakoni oleh sebagian besar masyarakat Betawi. Baca selengkapnya....

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More