TATA CARA PERNIKAHAN ADAT JAWA

Secara garis besar rangkaian acara pernikahan adat jawa adalah sebagai berikut:
Lamaran
Pihak orangtua laki-laki mengirim utusan ke orangtua pengantin perempuan untuk melamar. Jika orangtua dari kedua pengantin telah menyetujui lamaran perkawinan. Biasanya orangtua perempuan yang akan mengurus dan mempersiapkan pesta perkawinan. Baca selengkapnya.....
Lamaran
Pihak orangtua laki-laki mengirim utusan ke orangtua pengantin perempuan untuk melamar. Jika orangtua dari kedua pengantin telah menyetujui lamaran perkawinan. Biasanya orangtua perempuan yang akan mengurus dan mempersiapkan pesta perkawinan. Baca selengkapnya.....
MALAM MIDODARENI

Dimulai dengan makna Malam midodareni itu sendiri, yaitu malam sehari sebelum pernikahan yang berarti malam terakhir bagi calon Pengantin Putri sebagai remaja putri dan juga bermakna memohon berkah kepada Tuhan YME agar proses akad pada keesokan hari berjalan lancar dan di percaya pada dahulu kala pada malam midodareni para bidadari turun dari khayangan dan turut memberi restu untuk pernikahan esok hari.
Pada malam midodareni ini Calon Pengantin Putri hanya dirias tipis-tipis dan tanpa mengenakan perhiasan, sebelumnya telah dirias dan dikerik oleh perias setelah melakukan siraman. Baca selengkapnya.....
TATA CARA MITONI (7 BULANAN)

TEDAK SINTEN (KETIKA ANAK PERTAMA KALI MENGINJAK TANAH

TADISI RUWATAN

Tradisi "upacara /ritual ruwatan" hingga kini masih dipergunakan orang jawa, sebagai sarana pembebasan dan penyucian manusia atas dosanya/kesalahannya yang berdampak kesialan didalam hidupnya. Dalam cerita "wayang" dengan lakon Murwakala pada tradisi ruwatan di jawa (Jawa tengah) awalnya diperkirakan berkembang didalam cerita jawa kuno, yang isi pokoknya memuat masalah pensucian, yaitu pembebasan dewa yang telah ternoda, agar menjadi suci kembali, atau meruwat berarti: mengatasi atau menghindari sesuatu kesusahan bathin dengan cara mengadakan pertunjukan/ritual dengan media wayang kulit yang mengambil tema/cerita Murwakala. Baca selengkapnya....
TIRAKATAN (General Pray Of Java People)
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar istilah tirakat yang bermaksud mendekatkan diri kepada tuhan, berupa perilaku, hati dan pikiran.Tirakat adalah bentuk upaya spiritual seseorang dalam bentuk keprihatinan jiwa dan badan untuk mencapai sesuatu dengan jalan mendekatkan diri kepada tuhan.
Berpuasa termasuk salah satu bentuk tirakat, dengan berpuasa orang menjadi tekun dan kelak mendapat pahala, orang jawa kejawen menganggap bertapa adalah suatu hal penting. Menurut kesusasteraan jawa orang yang bertahun-tahun berpuasa dianggap sebagai orang keramat. Karena dengan bertapa orang dapat menjalankan kehidupan yang ketat ini dengan tinggi. Serta mampu menahan hawa nafsu sehingga tujuan-tujuan yang penting dapat tercapai, selain puasa kegiatan tirakat lainnya adalah meditasi dan semedhi. Baca selengkapnya.....
0 komentar:
Posting Komentar