Jumat, 27 Juli 2012

SEJARAH SANTO BARNABAS

Santo Barnabas

Yosef membiarkan Para Rasul mengganti namanya menjadi Barnabas, yang artinya ‘Putera Penghiburan’. Seluruh tanah miliknya dijual dan hasilnya diserahkan kepada Para Rasul. Ketika Paulus bertobat, Paulus dicurigai oleh umat yang dulu dikejar-kejarnya. Maka Barnabas mengantarkan Paulus kepada Rasul-rasul dan menceritakan bagaimana ia melihat Tuhan di tengah perjalanannya ke Damsyik. Ia meyakinkan Para Rasul, bahwa Yesus sendiri telah berbicara dengan dia. Keberanian Paulus mengajar di Damsyik dalam nama Yesus dijelaskannya pula. Paulus diajak tinggal bersama mereka di Yerusalem. Tanpa takut sedikit pun Paulus memberitakan Injil, sehingga orang-orang Yahudi berbahasa Yunani berkomplot untuk menamatkan riwayatnya. Tetapi orang-orang Kristen melindunginya dan membawa dia ke Kaisarea dan dari kota pelabuhan ini ke Tarsus.

Ketika terbenik kabar diantara para pemimpin Gereja di Yerusalem, bahwa di Antiokia bahwa orang bertobat dan percaya kepada Yesus, maka jemaat Yerusalem mengutus Barnabas ke Antiokia. Di sana Barnabas menyaksikan betapa besar kasih karunia Tuhan, sehingga ia bersukacita. Barnabas minta supaya mereka tetap setia kepada Tuhan. Barnabas adalah orang yang baik hati. Ia dibimbing Roh Kudus dan kuat imannya, sehingga lebih banyak orang mengikuti Tuhan. Lalu Barnabas bertolak ke Tarsus menari Paulus. Setelah bersua dengannya, mereka kembali ke Antiokia.

Suatu ketika umat Antiokia sedang beribadat kepada Tuhan dan berpuasa, Roh Kudus menaungi mereka dan berkata : “Khususkanlah Barnabas dan Paulus bagiKu untuk tugas yang telah Kutentukan bagi merea!” Setelah berpuasa dan berdoa, mereka meletakkan tangan di atas kedua orang itu dan membiarkan keduanya pergi. Atas dorongan Roh Kudus, Barnabas dan Paulus berangkat ke Seleukia. Dari sana mereka berlayar ke Siprus. Setiba di Salamis, mereka mewartakan sabda Tuhan dalam rumah-rumah ibadat orang Yahudi. Yohanes Markus membantu mereka. Dalam misi penyebaran injil pertama ke Asia Kecil itu, mereka mentobatkan banyak orang dan tidak jarang menanggung azab sengsara demi Kristus. Karena umat baru dari bangsa-bangsa bukan Yahudu itu dirisaukan oleh anggota-anggota umat yang dipimpin Yakobus, maka umat Antiokia mengutus Barnabas dan Paulus ke Konsili di Yerusalem (49/50). Konsili ini menetapkan syarat penerimaan orang kafir ke dalam gereja. Setelah perkara itu rampung tuntas, Paulus mengajukan usul kepada Barnabas : “Marilah kita kunjungi saudara-saudara kita di semua kota, di mana kia telah menaburkan benih sabda Tuhan, untuk melihat keadaan mereka!” Barnabas setuju dan ingin mengajak Markus. Tetapi Paulus menolaknya. Bagi Paulus, kurang baik membawa serta orang yang dulu telah meninggalkan mereka di Pamfilia. Hal ini menjadi pangkal perselisihan mereka, sehingga keduanya berpisah. Barnabas membawa Markus berlayar ke Siprus. Diceritakan bahwa Barnabas menemui ajalnya setelah dirajam orang-orang Yahudi di Salamis.

Karena karya dan jasanya, Barnabas dimasukkan dalam bilangan Para Pendiri Gereja dan dianggap sebagai seorang rasul. Mungkin Barnabaslah yang menulis Surat kepada Umat Ibrani, yang terdapat dalam perjanjian baru. Suatu karya pemalsuan seorang Kristen yang murtad menjadi Islam pada abad ke-14 disebut ‘Injil Barnabas’, walaupun pasti bukan karya Barnabas.

Barnabas disebut juga ‘Rasul’, meskipun bukan termasuk kalangan ‘Keduabelas’. Teman Paulus dan saudara sepupu Penginjil Markus (lihat kisah para rasul bab 4 : 11, 13-15) meninggal di Siprus (abad ke-1). Santo Barnabas diperingati setiap tanggal 11 Juni oleh umat Kristiani.

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More